Selasa, 27 Februari 2018

IMALA Menyelanggarakan Masa Perkenalan Perguruan Tinggi


Sabtu, 24 februari 2018. Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) Cabang Jakarta Raya Mengadakan kegiatan rutin yaitu sosialisasi Masa Perkenalan Perguruan Tinggi (MPPT). Kegiatan kali ini diselenggarakan  di SMAN 1 Wanasalam Kabupaten Lebak.
Acara yang bertemakan “Meningkatkan Semangat Anak Bangsa Dalam Menggapai Mimpi melalui Pendidikan Tinggi” ini bertujuan untuk Memberikan pengetahuan dan motivasi siswa melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
Ketua pelaksana kegiatan Siti Himasanah dalam sambutannya mengatakan kegiatan MPPT ini merupakan tujuan kami sebagai mahasiswa Lebak peduli terhadap generasi penerus.
Kami cinta Lebak dan semoga daerah tercinta ini menjadi daerah maju oleh generasi yang berkualitas.
Senada dengan Ketua IMALA Cabang Jakarta Rafika Karim mengatakan ini bentuk implementasi pengabdian mahasiswa kepada daerahnya.
Dengan memberikan motivasi siswa untuk mengembangkan potensi dan impiannya melanjutkan keperguruan tinggi. Imbuhnya.
Perlu kita galakan kegiatan MPPT ini, sehingga siswa termotivasi dan punya gambaran melanjutkan sekolah yang lebih tinggi. Kata ketua yang akrab disapa fatih ini.
Lebih lanjut fatih juga berharap dengan adanya kegiatan ini mahasiswa berperan aktif menularkan virus virus positif kepada siswa.
selain itu kegiatan ini juga berbanding lurus dengan visi IMALA yaitu ikut serta mencerdaskan Masyarakat Lebak yang bermartabat. Tutupnya.
Pada kesempatan ini perwakilan sekolah yg diwakili bpk Rukmansyah, S.Pd sangat mengapresiasi kegiatan MPPT yang dilakukan oleh IMALA.
Kegiatan semacam ini sangat membantu bagi siswa untuk mengenali dunia kampus dan mendorong siswa untuk melanjutkan studinya.
Kami sangat berterimakasih kepada adik adik Mahasiswa yang dengan sukarela turun ke sekolah sekolah demi memberikan motivasi dan merubah mindset siswa untuk melanjutkan belajarnya. Tukasnya.

Sabtu, 27 Januari 2018

Darurat Gempa: "Lebak butuh Relawan Trauma Healing"


Lagi lagi gempa susulan melanda kabupaten Lebak 26 Januari 2018 pukul 11: 48 dengan skala 5.2 SR, gempa yg terjadi di kedalaman 79 Barat daya  Lebak-Banten dengan kedalaman 11 km

Sebelumnya telah terjadi gempa bumi dengan skala 6,4 SR melanda wilayah Banten dan Jawa Barat. Gempa berpusat di 7.21 LS dan 105.91 BT dengan posisi arah 81 Km arah Barat Daya Lebak, Banten dengan kedalaman 10 Km. Gempa tidak berpotensi Tsunami

Gempa dengan kekuatan 6,4 SR berpusat di barat daya Kabupaten Lebak telah menyebabkan dampak yang cukup besar.

Terdapat 73 kecamatan di 9 kabupaten/kota pada 3 provinsi (Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta).
Berdasarkan data BNPB satu orang meninggal dunia akibat gempa yaitu Nana Karyana (40) karena serangan jantung, dimana saat gempa sedang memperbaiki atap genteng rumah. Korban kaget dan jatuh kemudian pingsan dan akhirnya meninggal dunia.

11 orang luka-luka dimana 7 orang luka berat dan 4 luka ringan. Sebanyak 2.760 unit rumah rusak, dengan rincian 291 rusak berat (RB), 575 rusak sedang RS), dan 1.894 rusak ringan (RR). Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Lebak adalah daerah yang paling banyak terdapat kerusakan bangunan rumah karena posisinya berdekatan dengan pusat gempa.

Selain itu juga terdapat kerusakan bangunan lainnya meliputi 7 unit fasilitas peribadatan, 2 unit fasilitas kesehatan, 17 unit fasilitas pendidikan, 6 unit kantor/gedung pemerintahan, dan 63 unit fasilitas umum.

Bupati Lebak telah menetapkan Surat Keputusan Status Tanggap Darurat penanganan gempa di Kabupaten Lebak yang berlaku 14 hari dari tanggal 23/1/2018 hingga 5/2/2018.

Dari informasi dan data" tersebut, Kami dari Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) dan Komunitas Pencinta Alam Psikologi "Mahachala" mengajak kepada relawan untuk turun ke lapangan membantu saudara- saudara kita yang terkena musibah.

Dengan gerakan donasi untuk meringankan saudara saudara kita tidaklah cukup, ada sisi lain yang sangat urgen yaitu mentalitas bagaimana mencegah trauma pasca gempa.

Menurut ketua Umum IMALA Dudi Haryudi. Konsep trauma healing sangat bermanfaat bagi korban bencana, membangun mental pasca bencana merupakan sektor yang perlu diperhatikan.

Tidak mudah menyembuhkan psikis daripada menyembuhkan fisik. Karena psikis merupakan faktor penentu dalam menumbuhkan keyakinan untuk menatap masa depan pasca bencana. Imbuhnya

Kata dudi Butuh dukungan sosial bagi mereka yang terdampak musibah terutama anak-anak. Anak-anak perlu perhatian khusus terutama masalah mental.

Anak-anak generasi emas bangsa yang harus diutamakan, mengobati trauma yang berkepanjangan dan membangun masa depan pasca gempa salah satu perhatian khusus. Kita mengajak dan mengetuk hati para relawan untuk turun membangun mentalitas saudara" kita. Pungkasnya.

Sedangkan menurut ketua komunitas mahachala psikologi dhio": konsep trauma healing bisa dilakukan untuk anak-anak dan dewasa. " dengan menggunakan metode yang berbeda pula" Imbuhnya.


untuk para dermawan pejuang pahala
info donasi
BRI: 0080-01-015925538 a/n Rafika Karim

BNI : 064754210 a/n Desri Rodiatun Mardiah

Narahub: WA:085714050189 (Dudex)

                  :

Jumat, 12 Januari 2018

Pilkada 2018: Lebak Salah satu Daerah yang Terkena Virus Calon Tunggal

Opini Oleh :Nukman Paluti Sekretaris Umum IMALA PC Serang Raya

Dalam sebuah untaian kata saya ingin tertawa sejenak hahahahahaha. Eit tapi bukan tanpa sebab, di karenakan lucunya sebuah fenomena politik yang menggelitik hati dan otak untuk berputar berpikir, bulak balik, dalam memikirkannya dan membuat saya semakin tertawa terbahak-bahak hahahahaha.
Fenomena politik tersebut tak di duga, tak di sangka, muncul tahun-tahun ini dengan atmosfer politik yang lamban, namun berkesan. Bagaimana tidak berkesan hari ini merupakan momentum parpol bersatu, baikan, tidak dendam politik, silaturahim, partner politik, dan entah kenapa harus takut menjadi poros oposisi. Semua ini berkat incumbent yang baik hati dan tidak sombong haha
Dalam pelaksanaan demokrasi prosedural, saat ini sudah berlangsung sukses dengan di selenggarakannya Pilkada, Pilbup, di setiap daerah Kota/Kabupaten khususnya di Lebak. Tetapi memang relevansi aliran parpol kini sudah tergerus dengan kepentingan parpol itu sendiri, dan parpol kini mengalami disoriented, yang dibuktikan dengan banyaknya parpol mendukung incumbent dan ini artinya, pertama, parpol gagal dalam proses kaderisasi yang menciptakan setiap regenerasi kepemimpinan. Kedua, parpol mengalami disorientasi karena tidak berupaya dalam memberikan pembelajaran politik sampai ketingkatan masyarakat kelas menengah bawah. Ketiga, politik aliran tidak relevan di era kekinian karena semakin akrabnya ekonomi dan politik.
Ada yang bilang, ini sebuah kegagalan demokratisasi di Lebak karena calon tunggal, dan ada yang bilang ini permainan KPU. Tetapi saya berpandangan berbeda, bagi saya ini adalah kegagalan demokrasi ke-Partaian dalam mewujudkan nuansa demokrasi yang dinamis. Akhirnya ber-Politik hanya kegiatan milik orang licik dan cenderung oportunis, bukan milik kaum buruh, mahasiswa, ulama, masyarakat miskin kota, dan kalangan-kalangan lainnya.
Dari opini diatas dan dapat saya simpulkan dengan munculnya sebuah pertanyaan kritis saya. Kenapa Partai Politik tidak berkeinginan menjadi oposisi penyeimbang birokrasi dan penyelenggaraan pemerintahan? Jika ada salah satu partai bersedia menjadi oposisi, artinya proses demokratisasi bisa di pertanggungjawabkan sesuai ranahnya dan menjadi dinamis, efektif, efisien, dalam mengatur tatanan demokrasi yang berkeadilan, humanis, dan kesejahteraan.

Lebak Sehat: Ironi sang Ibu Penderita Kanker


Ditengah hiruk pikuknya Pilbup Lebak 2018, kita lupa bahwa yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan.
Namanya Ibu Jarnawi 44 Tahun, warga Kampung Sigoyot Desa Sindanglaya Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak. Beliau menderita sakit  tumor ganas, sebelumnya sudah pernah dioperasi di payudara, kemudian tumbuh lagi.
Sehari-hari beliau bekerja sebagai buruh tani yang berpenghasilan tak menentu dan terkadang untuk makan sehari-hari pun susah apalagi untuk berobat pun beliau hanya mengandalkan puskesmas yang dirasanya kurang insentif dalam menangani penyakit yang di deritanya
Dikutip dari status Facebook "Nuna Rose", ibu Jarnawi tinggal disebuah gubuk kecil yang jauh dari kata layak.
Merujuk kepada program unggulan bupati Kabupaten Lebak yaitu Lebak Sehat, Lebak Cerdas dan Lebak Sejahtera.dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran masih banyak PR yg harus dituntaskan. Menurut ketua IMALA Cabang serang Didin Hazdudin " ini merupkan cambukan keras bagi pemerintah dan bagi kita semua, dalam upaya peningkatan Lebak sehat dan sejahtera. "Kasus ibu Jarnawi sebagai bukti nyata program unggulan hanya isapan jempol semata". Tandasnya.
Senada dengan ketua Umum pusat IMALA Dudi Haryudi: kenapa kita selalu di imingi janji janji politik jika kenyataanya rakyat masih ditinggal, dimana janji janji 3 program itu kalau yang membutuhkan tidak di prioritaskan. "Miris sekali kab.Lebak ini". Imbuhnya
Dudi juga mengajak kepada pengurus, Anggota IMALA dan masyarakat pada umumnya dan sahabat sahabat donatur untuk membantu dengan uluran tangan untuk berjalannya proses pengobatan yang intensif, dengan mengupayakan di Operasi di salah satu Rumah Sakit di Lebak. Tutupnya.
"Memuliakan manusia, berarti memuliakan penciptanya. Merendahkan dan menistakan manusia, berarti merendahkan dan menistakan penciptanya". (KH. Abdurahman Wahid).

Senin, 06 November 2017

IMALA surati DKPP RI


Terhitung tanggal 06 November 2017 IMALA mengirim surat pengaduan kepada DKPP RI terkait indikasi Pelanggaran yang dilakukan oleh komisioner panwaskab dan KPU Kab Lebak tentang rekruitmen panwascam dan PPK.
Dalam surat pengaduanya Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) meminta dan menuntut kepada DKPP RI untuk :
1. Memeriksa Komisioner panwaskab dan KPU Kab. Lebak terkait rekruitmen anggota panwascam dan PPK.
2. Memeriksa seluruh hasil tes administrasi, tertulis dan wawancara   serta mempublikasikan nilai tertinggi sesuai  rangking.
3. Memberikan sanksi tegas kepada komisioner Panwaskab dan KPU Kab.Lebak dan
4. Memecat Komisioner Panwaskab dan KPU Kab Lebak

Ketua Umum IMALA Dudi Haryudi mengatakan Komisioner Panwaskab dan KPU Kab. Lebak tidak transparan hal ini bisa di lihat dari tidak dipaparkanya nilai CAT dan hasil tes lainya serta tidak dirangking sebagaimana mestinya.

Penyelanggara pemilu harusnya transparan dari proses recruitmen sampai hasil selekesi , "toh ini badan publik masyarakat harus tau hasilnya secara gamblang". Imbuhnya

Selain itu dudi juga menyayangkan hasil seleksi anggota panwascam dan PPK masih ada yang merangkap jabatan atau double job.

Ketika kita investigasi masih ada nama yang merangkap jabatan dengan PKH dan P3MD. Padahal surat keputusan kemensos terkait PKH dan surat edaran DPMD jelas mengatakan “dilarang double job yaitu menjadi pegawai/petugas pelaksana pemilu/pilkada tingkat pusat atau daerah”.

Hal ini bukanlah kelalain tapi kesengajaan dan komisioner menurut kami sudah melanggar kode etik yang telah meloloskan anggota panwascam dan PPK yang tidak memenuhi syarat serta tidak memperhatikan peraturan perundang undngan yang berlaku. Pangkasnya.

Belum lagi permasalahan imparsialitas yaitu rasa keadilan bagi semua pihak. Komisioner Panwaskab dan KPU kab. Lebak telah mencederai rasa keadilan dimana dalam ayat 3 pasal 52 uu no 07 tahun 2017 tentang pemilihan umum yaitu “memperhatikan komposisi paling sedikit 30% keterwakilan perempuan”

Menurut ketua Pemberdayaan Perempuan IMALA Dyna damaiyanti  Kami sebagai aktivis perempuan merasa terdzolimi atas tindakan diskriminatif komisioner panwaskab dan KPU kab. Lebak yang tidak memperhatikan komposisi keterwakilan perempuan."keadilan yang harusnya menjadi prinsip demokrasi malah di cederai dengan kepentingan golongan dan pribadinya". Ujarnya.

Kami sangat kecewa dengan buruknya kinerja komisioner Panwaskab dan KPU Kab Lebak yang telah mengabaikan prinsip prinsip demokrasi . “kinerja yang ambruadul dan terkesan kolusi dan nepotisme ini harus diberi sanksi yang tegas dan pemecatan. Tutupnya

Jumat, 01 September 2017

Save Rohingya


IMALA (Ikatan Mahasiswa Lebak) Turut Prihatin atas tindakan tidak manusiawi pemerintah myanmar terhadap etnis Muslim Rohingya, IMALA mengutuk keras segala bentuk  kebiadaban dan kejahatan yang dilakukan pemimpin Myanmar.
Ketua Umum IMALA Dudi Haryudi menyebut kekerasan yang dilakukan terhadap muslim rohingya merupakan bentuk kejahatan manusiawi yang tidak bisa ditolerir.
IMALA menyatakan miris dengan kondisi di myanmar, seolah olah negara ASEAN dan PBB diam tanpa ada solusi yang jelas, ujar Dudi Haryudi
menurut Dudi langkah pengusiran dubes myanmar dari RI merupakan langkah yang tepat. segera angkat kaki dari RI jika myanmar tidak becus menjaga perdamaian dan menyelesaikan konflik dinegaranya. ujarnya.
Selain itu Dudi juga mengajak kepada semua komponen mahasiswa dan pemuda lebak untuk menggalang solidaritas muslim rohingnya. Save Rohingya. tutupnya.

Rabu, 30 Agustus 2017

Undangan Terbuka



Perihal : Undangan

Kepada Kawan/Sahabat/ Bapak/Ibu
di-Tempat

Salam Sejahtera Untuk Kita Semua.
Sehubungan dengan Akan dilaksanakanya Pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Lebak Serang Raya (PC. IMALA Serang Raya) Maka Kami Panitia Pelaksana Mengundang secara terbuka Kepada Kawan/Sahabat/Bapak/Ibu dalam Acara tersebut yang akan dilaksanakan pada :
Hari       : Kamis
Tanggal : 07 September 2017
Waktu    : 14.00 WIB
Tempat  : Gedung Pc. NU Serang
Tema     : "Bergerak Bersama Membangun Lebak Yang Bermartabat"

Demikian surat terbuka ini dibuat, kami ucapkan terimkasih dan penghargaan yang sebesar besarnya atas waktu nya. Mohon maaf atas keterbatasan.

Juangmu Takan Terhenti Takan Mati

ttd
Panitia Pelaksana

Kamis, 27 Juli 2017

Rafika Karim siap bersaing menuju Ketua Cabang Jakarta Raya IMALA


Rafika Karim lahir di Lebak 24 Agustus 1993, aktif sebagai mahasiswa Universitas Pamulang jurusan Teknik Informatika ini siap bersaing menuju tahta ketua cabang Jakarta raya Ikatan Mahasiswa Lebak perwakilan komisariat Pamulang. selain aktif sebagai kader IMALA beliau juga aktif berorganisasi di lingkungan kampus.pernah aktif di LDK kampus dan sekarang aktif di copala indonesia . Aktivis PMII ini berjanji membawa kejayaan IMALA PC Jakarta Raya.
dengan visi-misi  yaitu : Mengeratkan Kekeluargaan Ikatan Mahasiswa lebak Cabang jakarta raya. serta mengaktifkan kajian mengenai isue isue kedaerahan maupun nasional.

Mohon doa dan dukungannya semoga terus berkarya dan mengabdi kepada Lebak tercinta. pungkasnya.

Calon Ketua Cabang Jakarta Raya Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA)



Iqbal Nurhifdiansyah siap maju menjadi Ketua Cabang Jakarta Raya pada MUSCAB VIII IMALA PC Jakarta raya tanggal 29 Juli 2017. Aktif sebagai Mahasiswa yang kuliah Jurusan Manajemen Informatika di BSI Ciputat ini adalah kader Ikatan Mahasiswa lebak (IMALA) perwakilan Komisariat UIN Jakarta.
Selain aktif di IMALA beliau juga sebagai ketua Umum Komando BSI SE Jabodetabek periode 2016-2017.  Aktivis kelahiran Lebak 26 Desember 1996  bertekad melanjutkan estafeta perjuangan organisasi IMALA. Adapun visi misinya yaitu : Menjadikan IMALA Cabang Jakarta Raya Sebagai Organisasi Yang Berkualitas, Kreatif, bertanggung jawab serta mampu beradaptasi.
Mohon dukunganya dan doa untuk senantiasa berada didalam sebuah perjuangan organisasi. tutupnya.

Senin, 22 Mei 2017

Semangat Harkitnas; IMALA Menanam Pohon Lindung Dipinggiran Sungai Ciujung


Sejumlah pengurus pusat dan perwakilan cabang Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) menanam pohon di bantaran kali ciujung rangkasbitung hari senin tanggal 22 Mei 2017. Kegiatan menanam pohon ini merupakan semangat pemuda dalam memperingati hari kebangkitan nasional.
Menurut Ketua Pelaksana Nurhidayat Septiawan kabupaten Lebak diprediksi akan mengalamai kegundulan hutan dan rawan bencana longsor, oleh karenanya IMALA akan terus menggalakan go green di kabupaten Lebak.
Ini salah satu kegiatan berkelanjutan yang sebelumnya kita sudah menanam seribu pohon di daerah wisata baduy. Kita konsisten mencintai kabupaten Lebak dengan terus mengupayakan dan melestarikan lingkungan hijau. Imbuhnya.
Aktivis UIN Jakarta ini juga berkata mahasiswa sebagai ujungtombak pemuda harus peka dengan lingkungan sekitar, mari dijaga hutan dan sungai kita, kalau bukan kita siapa lagi.tutupnya.

Selain itu ketua Umum IMALA Dudi Haryudi mengapresiasi kegiatan menanam pohon ini, semoga dengan kesadaran kita mencintai lingkungan dapat memberikan stimulus kepada masyarakat untuk lebih bijak dan tidak lagi merusak hutan secara berlebihan.
ketua IMALA yang akrab dipanggil dudex ini juga terus menggenjot dan mengintruksikan kepada pengurus IMALA baik dari tataran komisariat, cabang dan pusat untuk terus berkarya meski karya kita kecil yang penting bermanfaat. pungkasnya.

Selasa, 16 Mei 2017

Era kritis vs Era apatis; tragedi Mei


Fakta sejarah bahwasanya Mei 1998 merupakan era kritik mahasiswa dan rakyat dalam menyampaikan aspirasi. Keberanian mahasiswa melawan kokang senjata sangat luar biasa. keberanian bertaruh nyawa demi membela hak hak rakyat pada masa itu. era mei 2017 mahasiswa terdiam dengan sendirinya sikap hedonisme membungkam respon mahasiswa. segala bentuk penindasan dan ketidak adilan dimasyarakat sudah menjamur akan tetapi masa bodo dan sikap apatis mahasiswa menjadi faktor pemerintah berleha leha dalam menjalankan tugas negaranya.
inilah tragedi mei sesungguhnya, para aktivis dan pejuang aspirasi bersedih melihat generasi mahasiswa terdiam.
ayo bangkit mahasiswa, suarakan keluh kesah rakyat kepada pemimpin pemimpin negeri yang telah berhianat akan janji janjinya. hidup mahasiswa!!!

Isu Aksi Mahasiswa 20 mei 2017; Ketua IMALA mengimbau satu komando satu perjuangan



Isu yang beredar di medsos dan pesan berantai di pesan elektronik tentang aksi mahasiswa 20  Mei 2017 tentang agenda penurunan presiden Jokowi merupakan bentuk gejolak sosial yang mulai kronis.

Ketidak percayaan sekelompok sosial telah merenggut rasio akan tetapi fakta dilapangan pun tidak bisa dipungkiri bahwa terjadinya kesenjangan dimasyarakat.

Naiknya tarif listrik dasar, bahan bakar minyak yag tiba-tiba naik, harga-harga kebutuhan pokok mahal dan semakin sulitnya lapangan pekerjaan yang menambah penderitaan rakyat belum lagi konflik horizontal yang semakin memburuk.

Dengan isu yang terus beredar dikalangan mahasiswa tentang aksi tersebut. ketua umum Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) Dudi Haryudi menghimbau kepada seluruh kader, pengurus dan anggota IMALA untuk tetap menjaga kondusifitas dan berpegang teguh kepada ciri khas mahasiswa yaitu sebagai kontrol sosial. terus rapatkan barisan dan tetap satu komando satu perjuangan. tutupnya.

Senin, 08 Mei 2017

Gebyar MILAD IMALA ke 18


Rangkaian kegiatan Gebyar Milad IMALA Ke-18 telah selesai terselenggara. Diawali dengan Pelatihan Jurnalistik pada hari Kamis, 27 April 2017 yang diikuti oleh kaum pelajar Se-Kabupaten Lebak. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kasi Kesiswaan Dindikbud Prov. Banten, Suryadi, M.Pd
keesokan harinya, Jum'at, 28 April 2017 perhelatan Turnamen Badminton yang memperebutkan Piala Bupati yang di ikuti peserta kategori pelajar dan kategori umum se Kab. Lebak. Kegiatan ini dibuka oleh perwakilan Dispora Kab. Lebak. Total hadiah yang diperebutkan 5 juta rupiah dan diraih oleh pasangan ganda heri/peni. Pasangan pelajar ikhsan/fawas dan tunggal putra ikhsan.
Sabtu, 29 April 2017
Festival Band yang merupakan ajang sekaligus panggung untuk para insan musik Kab. Lebak unjuk gigi. Total hadiah yang diperebutkan 3 juta rupiah dan diraih oleh band Galaxy asal Rangkasbitung. Di hari yang sama, kegiatan Bazar IMALA turut meramaikan festival.
Senin, 1 Mei 2017
Acara Ranking 1 merupakan ajang uji pengetahuan berlangsung dengan meriah.
Dihadiri berbagai peserta pelajar dan umum.
di hari yang sama, acara dilanjutkan dengan
Mimbar Bebas yang merupakan momen untuk menyampaikan orasi-orasi ilmiah tentang kedaerahan. Kegiatan yang diikuti oleh beberapa OKP dan Bem sekabupaten Lebak iji berjalan dengan sukses.
Selasa, 2 Mei 2017
Gebyar Malam Puncak Milad IMALA Ke-18 yang bertepatan dengan hari jadi Ikatan Mahasiswa Lebak sukses terselenggara. Dengan mengusung tema "Transditional", acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Lebak, Hj. Iti Octavia Jayabaya, SE., MM. Turut hadir pula Wakil Bupati, H. Ade Sumardi, M.Si., Sekretaris Daerah dan Jajaran OPD Kab. Lebak. Acara potong tumpeng oleh Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) yang didampingi oleh Para Pendiri dan Alumni serta diikuti oleh gemerlap pesta kembang api mengundang riuh tepuk tangan dari para tamu undangan yang hadir.
Dipenghujung acara, live performance dari KPJ dan bintang tamu, B'ShoutGank, Momonon menjadikan suasana malam puncak semakim spektakuler.
Jum'at-Minggu, 5-7 Mei 2017
Kegiatan Let's Go Baduy Let's Go Green telah sukses terselenggara. Kegiatan jelajah budaya suku Baduy dan penanaman seribu pohon berlangsung selama 3 hari. Peserta dari berbagai kampus di seluruh indonesia ini sangat antusias mengikuti kegiatan eksplorasi sekaligus edukasi ke tanah 1001 pantangan yang merupakan salah satu dari 7 Wonders of Banten.
*Juangmu Takkan Terhenti Tak Akan Mati*

Jumat, 28 April 2017

Membuka Acara Badminton Dispora Lebak Menggunakan Bahasa Sunda


Gebyar Milad IMALA ke 18 mempersembahkan turnamen badminton se Kabupaten Lebak di gedung GOR Jayabaya.
Turnamen yang di ikuti tingkat pelajar dan umum ini dibuka oleh perwakilan Dispora Lebak Bapak Dani, dalam sambutanya Dani menggunakan bahasa sunda karena berbarengan dengan seba baduy dan himbauan bupati untuk menggunakan bahasa sunda. "Perlombaan anu positif kudu didukung ku urang kabehan supados tiasa ningkatken prestasi". Katanya.
Selain itu perwakilan PBSI yg diwakili bapak dwi mengatakan semakin banyaknya turnamen akan berdampak positif bagi olahraga badminton. Karena dapat memberikan kesempatan dan peluang untuk mengukir prestasi. Imbuhnya.
Senada dengan ketua pelaksana Dedin Wahyudin. Tujuan mengadakan turnamen badminton untuk membumikan olahraga yang sangat digemari masyarakat, sehingga diharapkan badminton menjadi cabor berprestasi di kabupaten Lebak.
Dalam pembukaan turnamen badminton ini di hadiri langsung ketua Umum IMALA Dudi Haryudi.

Selasa, 11 April 2017

Lawan bentuk intimidasi


Penyiraman air keras ke penyidik novel baswedan merupakan tindakan biadab. Bentuk intimidasi dan kejahatan yang dilakukan kepada penyidik senior KPK ini disinyalir untuk menutupi kasus mega proyek E KTP.
Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) mengutuk tindakan biadab ini, karena sudah mencederai proses hukum. Negara harus bertanggung jawab terutama bapak presiden dan kapolri yang harus segera mengusut tuntas tindakan kejahatan ini. Jangan sampai negara ini dikuasai  teror dan bentuk intimidasi. Sangat bahaya sekali jika negara diam.
IMALA mengajak setiap elemen masyarakat dan mahasiswa untuk bersama sama melawan bentuk tindakan primitif ini. Penegakan hukum tidak boleh di intervensi dalam bentuk teror maupun kekerasan. Kita harus lawan bersama sama kata ketua umum IMALA dudi haryudi.

Mari kita do'akan novel baswedan segera sembuh dan kita dukung terus KPK mengusut kasus korupsi yang jelas jelas sudah merugikan negara. kata dudi.

Senin, 03 April 2017

HILANGNYA PRINSIP CHECK AND BALANCE DALAM SISTEM PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN LEBAK


Berdasarkan Undang-undang No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah bahwa yang dimaksud Pemerintah Daerah adalah penyelenggaraan urusan daerah oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip negara kesatuan negara republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Dasar 1945.
Dalam menjalankan pemerintahan yang baik menurut prinsip otonomi daerah maka pemerintah daerah harus berupaya untuk menggunakan hak, wewenang dan kewajiban daerah untuk mengatur dan mengurus  sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat harus berdasarkan keadilan pancasila.
Dalam penyelenggaraannya yang diberikan undang-undang begitu besar terhadap pemerintah daerah, ditambah dengan adanya prinsip dekonsentrasi pemerintahan tentu ini akan memberikan peluang besar terhadap inkonsistensi dan penyelewengan atau penyalahgunaan wewenang pemerintah daerah. Tentu hal ini perlu adanya pengawasan (check and balance) antar lembaga negara.
Prinsip checks and balances dalam negara hukum (rechstaat) menurut Montesquieu harus ada pembagian kekuasaan (separation of power) yang didasarkan pada trias politica yakni kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Masing-masing lembaga ini harus saling mengawasi dan saling mengontrol.
Dalam fungsinya, kekuasaan eksekutif dalam hal ini bupati mempunyai hak dan wewenang serta kewajiban untuk menyelenggarakan pembangunan dan menjadi eksekutor pelayanan masyarakat, tentu bupati harus dikontrol dan diawasi oleh lembaga legislatif dalam hal ini DPRD.
Begitupun DPRD dalam fungsinya mengatur, membuat peraturan dan kebijakan daerah harus diawasi oleh lembaga yudikatif, dari fungsi ini bertujuan agar tidak ada peraturan yang bertentangan dengan undang-undang dan tidak ada keberpihakan kebijakan untuk sebagian elite kepentingan, semua harus berdasarkan keadilan dan kepentingan masyarakat seutuhnya. Tujuan inilah daripada amandemen UUD 1945 yang ke 4 dimana prinsip check and balance system harus berjalan dan efektif agar tidak ada ruang-ruang untuk menyalahgunakan kekuasaan.
Faktanya adalah pemerintahan di Kab. Lebak yang berdiri sejak 2 Desember 1828 hingga hari ini tahun 2017 prinsip negara demokrasi masih jauh daripada primsip yang dicita-citakan pancasila. Kendali kekuasaan masih bersandar pada beberapa orang saja, kekuatan ekonomi masih dipegang oleh beberpa orang saja yang saya kira masyarakat tahu tentang siapa saja diantara beberapa orang yang dimaksud penulis.
Penulis tidak menyudutkan pihak tertentu hanya saja penulis resah dan galau melihat keadaan Lebak yang terus seperti rezim Soeharto, banyak istilah kajawaraan untuk menakut-nakuti masyarakat. Tentu ini menjadi masalah apabila kita biarkan, ini akan menjadikan sistem demokrasi yang saya sebut sebagai demokrasi kemunduran. Kalau saya boleh membandingkan antara demokrasi kebablasan dan demokrasi kemunduran maka demokrasi kemunduranlah yang lebih berbahaya daripada demokrasi kebablasan. Kita akan mengulang sejarah orde lama dan orde baru, dimana masyarakat sulit  dan bungkam terhadap ketidak adilan karena rasa takut. Masyarakat takut diintimidasi dan disiksa, para pejabat takut dipecat oleh atasannya, bahkan perwakilan rakyat yang ada di DPRD tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa mencegah terjadinya kooptasi kekuasaan (impoten).
Sistem oligarki yang meruntuhkan rezim Soeharto 1989 tidak semata-mata karena kebencian masyarakat terhadap penguasa melainkan karena tidak adanya sistem distribusi (distribution of power) di dalam internal pemerintahan. Adanya politik dinasti di kabupaten Lebak ini bukanlah suatu kemajuan tapi suatu kemunduran didalam negara yang menganut negara hukum. Saya lihat dan saya rasakan sebagai warga Kabupaten Lebak sejarah itu terulang kembali di pemerintahan Lebak. Hal ini yang menjadi kekhawatiran penulis apabila rezim ini terus menjadi momok menakutkan bagi masyarakat, akan berakibat pada tidak stabilnya pemerintahan dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat. 
Solusi yang mungkin bisa penulis tawarkan adalah kembali kepada konsep good governance dan clean governance yakni sebuah legitimasi politik yang bekerjasama dengan institusi masyarakat sipil (civil society), kebebasan berasosiasi dan partisipasi, memperkuat sistem yudisial yang adil dan dapat dipercaya serta memperkokoh fungsi DPRD dan para tokoh (good citizen) untuk mengontrol dan mengawasi jalannya pemerintahan yang baik (good parlemen).

Writer : Muhamad Zaenuri Kabid 1 IMALA  
 

Sabtu, 01 April 2017

Mimbar bebas


Gebyar Milad IMALA ke 18 akan  menyelanggarakan kegiatan mimbar bebas. Mimbar bebas merupakan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan secara bebas dan terbuka tanpa tema tertentu.Hal ini sesuai dengan amanat konstitusi yaitu Pasal 1 UU Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum.
Mimbar bebas ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat lewat orasi ilmiah tentang Ke lebakan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan ada masukan, saran dan konsep yang membangun untuk daerah kab.Lebak.
Adapun kegiatan akan dilaksanaka pada:
Tanggal : 01 Mei 2017
Tempat: GOR ONA Rangkasbitung
Peserta mimbar bebas dari berbagai elemen yaitu Unsur Pemerintah, DPRD,  OKP,  BEM, ORMAS, LSM dan KOMUNITAS.
setiap perwakilan peserta berorasi dengan durasi 10 menit  dan dipandu oleh moderator.
Setiap orasi akan di dokumentasikan baik itu visual maupun auditori dan akan dijadikan arsip dalam buku pergerkan Kab. Lebak.
Dengan penuh hormat, kami mengundang seluruh elemen masyarakat kab. Lebak untuk hadir dalam acara tersebut. Mari Kita bangun kab. Lebak dengan cara konstruktif.
"Juangmu takan terhenti takakan mati"
Mengetahui,
Ketua Umum
IMALA
Ttd
Dudi Haryudi

Kamis, 30 Maret 2017

PEMERINTAH TIDAK SERIUS DALAM MELAKSANAKAN MUSRENBANG RKPD KABUPATEN LEBAK


Dalam rangka menyusun perencanaan pembangunan di tahun 2017 ini, pemerintah telah melaksanakan agenda Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Lebak pada hari Rabu s/d Kamis 28-29 Maret 2017.
Dalam agenda tersebut pemerintah telah menuangkan sejumlah program kerja dalam draft musrenbang yang kiranya memerlukan dana sebesar 2,4 T. Upaya pemerintah dalam melaksanakan musyawarah tersebut telah mengundang beberapa instansi baik intansi pemerintahan maupun non pemerintahan termasuk ormas dan kemahasiswaan.
Sebagai mahasiswa kami menilai banyak kecerobohan dan ketidakseriusan pemerintah dalam melaksanakan musrenbang tersebut, bahkan ketika kami ikut dan hadir dalam forum tersebut kami bertanya-tanya, kami hadir untuk ikut melaksanakan proses musyawarah atau hanya hadir untuk menyaksikan penetapan sejumlah program kerja yang sebelumnya sudah dibuat dan disusun dalam sebuah draft. Mengapa kami katakan bahwa pemerintah daerah tidak serius dalam melaksanakan musrenbang tersebut, ada beberapa indikator dasar yang tidak terpenuhi dalam proses musrenbang tersebuut:
1. Sebelum dibuatnya draft perencanaan program yang akan dibahas melalui musrenbang hendaknya pemerintah melihat dampak sosial (soscial impact) dan apa yang  menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga manfaat dari pembangunan tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
2. Program yang dicanangkan dalam musrenbang tersebut haruslah berdampak secara universal dalam arti bahwa harus ada pemerataan pembangunan, mulai daripada pembangunan desa sampai kota. Karena dengan terlakssananya pembangunan secara merata baik pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan sebagainya yang sifatnya menjadi kebutuhan masyarakat harus memberikan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
3. Proses daripada pembahasan musyawarah perencanaan pembangunan tersebut harus dibahas melalui musyawarah mufakat, bukan atas dasar kehendak politik (political will) yang dibangun oleh segelintir kelompok elit.
Kami Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) menilai, kalau saja setiap tahunnya proses musrenbang terus dilaksanakan seperti ini, akan melahirkan banyak celah untuk melakukan korupsi. Yang sama-sama kita tahu bahwa di Kabupaten Lebak tercinta ini, rentan terhadap korupsi, dan pencucian uang. Mengapa demikian, karena fungsi daripada distribution of power atau pembagian kekuasaan Eksekutif, Legislatif, dan yudikatif adalah dengan adanya checking and balancing. fungsi inilah yang kami lihat sudah mulai hilang di kabupaten Lebak.

Selasa, 28 Maret 2017

Rilis oke

Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) merayakan hari jadinya yang ke 18 tahun yang bertepatan pada tanggal 02 Mei. Adapun Rangkaian acara kegiatan pra milad dimulai dari tanggal 26 April sampai 02 Mei 2018. Dimulai dari kegiatan pasar rakyat (bazaar), pelatihan jurnalistik, kompetisi badminton, rangking 1, festival band, goes to baduy, mimbar bebas, charity day dan malam puncak.

IMALA merupakan Organisasi primordial yang mengedepankan 3 pilar perjuangan yaitu Intellectual Movement, Moral Force dan Independency. Serta Daya kritis, analitisnya sebagai ujung tombak pergerakan.
sudah hampir 2 dekade IMALA menunjukan eksistensinya dan mewarnai hiruk pikuk, asam garam perjuangan di Kab. Lebak, tidak mudah untuk bertahan sebagai organisasi kedaerahan yang sempat banyak penolakan dari berbagai pihak. Akan tetapi, IMALA tetap tegak berdiri dan konsisten
"Pohon semakin tinggi semakin diterpa Badai" tetapi Akarnya akan terus menancap dan semakin kuat.
Perjuangan IMALA tidak akan pernah berhenti bahkan tidak akan mati prinsip yang terus ditularkan sampai lintas generasi. Sesuai dengan slogannya "Juangmu takan terhenti takakan mati"
Ke 18 tahun IMALA membawa tema besar "TRANSDITIONAL"  dan subtema "Edukatif, Progresif dan Berintegritas"
Transditional merupakan cara berpikir yang mengedepankan modernisasi akan tetapi tetap menjunjung tinggi nilai -nilai tradisi (kedaerahan)
Meskipun IMALA organisasi primordial akan tetapi harus berpikir global. " think globally act lacally" berpikir global berjiwa lokal. Sepirit inilah yang terus kita perjuangkan sebagai organisasi inklusif dan modern.

Jumat, 24 Maret 2017

Rilis

Ikatan Mahasiswa Lebak ( IMALA) bersama ASIPA menyelenggarakan saembara Desain kaos Lebak yang bertujuan untuk mengenalkan Kab Lebak dengan industri creatif Lokal.
Acara launching desain kaos lebak yg dihadiri pelaku usaha dan ukm se Kab. Lebak bertempat di Plaza Lebak.
IMALA sebagai organisasi yang sangat cinta kedaerahan terus bekerjasama dengan pelaku usaha dan industri creatif dalam mempromosikan kab Lebak keseluruh nusantara dan dunia. Sekretaris Umum IMALA Chandra Nugraha mengatakan sebagai daerah yg kaya dengan budaya dan wisatanya perlu di gerakan industri creatif sebagai penjaga dan niali nilai budaya serta melestarikan kekayaaan Lebak.
Selain itu ketua ASIPA Eka Nurwana Lebak harus keluar dari zona nyaman dan siap bersaing dengan daerah lain.  Lebak juga bisa donk. Ujarnya.
Turut hadir Bupati Lebak Hj Iti Octavia Jayabaya. dalam sambutanya sangat mengapresiasi acara launching kaos ini. Kita harus bangga produk Lebak mari kita  bela beli produk Lebak . Karena bukan kita siapa lagi yang membangun Lebak, sinergi dengan organisasi, komunitas dan ukm sangat penting dalam mengenalkan produk industri creatif Lokal. Kata iti.